Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Gagap Memahami Pesantren: Bias Pemahaman antara Feodalisme dan Penghormatan

Judul              : Tradisi Pesantren Penulis          : Zamakhsyari Dhofier Tahun Terbit: Cetakan ke-8 (Revisi), September 2011 Penerbit        : LP3ES Halaman       : 282 Peresensi      : Khoirul Muthohhirin Tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7 pada 13 Oktober 2025 yang menyorot kehidupan pondok pesantren dan figur KH. Anwar Manshur, pendiri Pesantren Hidayatul Mubtadiat Kompleks Lirboyo, memicu kontroversi di publik. Tayangan tersebut menampilkan sosok kiai dan kehidupan pesantren dengan cara yang tidak proporsional, bahkan bernuansa negatif, seolah pesantren adalah institusi feodal dan para santri hidup dalam kultur kepatuhan buta. Padahal, sebagaimana dijelaskan Zamakhsyari Dhofier dalam karyanya Tradisi Pesantren, pandangan seperti itu lahir dari ketidakpahaman terhadap hakikat pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki sistem nilai dan eti...

Pahlawan, Penjahat, dan Siapa yang Menentukan Keadilan

Dalam dunia fiksi, kita sering melihat garis tegas antara pahlawan dan penjahat. Namun, Eiichiro Oda dalam manga legendarisnya, yakni One Piece  menggugat pandangan itu. Saat perang Marineford, Doflamingo melontarkan kalimat yang mengguncang: “Keadilan hanyalah kata yang dipakai oleh pemenang.” Kalimat ini sederhana tapi tajam, yaitu siapa yang menang, dialah yang berhak menulis cerita tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Marine digambarkan sebagai simbol hukum dan ketertiban, pahlawan yang melindungi rakyat. Sebaliknya, bajak laut dicap penjahat. Tapi benarkah demikian? Luffy dan krunya justru menolong banyak rakyat tertindas, sementara Marine kerap menjalankan perintah pemerintah dunia yang penuh kepentingan. Pahlawan dan penjahat di sini tidaklah sesederhana warna hitam dan putih. Fenomena yang sama bisa kita temukan dalam sejarah Indonesia, khususnya peristiwa G30S/PKI. Setelah 1965, militer muncul sebagai “pahlawan” yang menyelamatkan bangsa dari ancaman komunisme. D...